Ironis…

// January 9th, 2010 // Interest

Ironis emang kalo melihat keadaan dunia perfilman indonesia saat Ini.  Film sampah yang jelas-jelas ngga ada bagusnya bisa diputar dengan leluasa di sini, sedangkan film yang berkualitas yang banyak mendapat penghargaan di luar negeri ngga bisa diputar karena alasan ngga lulus sensor.

Masih inget ama film Takut? Film berisi 6 cerita horor yang dibuat oleh 7 orang sutradara kawakan Indonesia sempet mengundang banyak perhatian penonton karena salah satu cerita di film itu, Dara dianggap merupakan terobosan di genre film  horor Indonesia yang makin melempem.

Akhirnya sesuai permintaan banyak pihak Mo Brothers membuat versi panjang dari film ini yang (awalnya) diberi Judul Macabre. Sesuai janji mereka film ini rampung bulan Maret. Lalu apa film ini masuk bioskop dan diserbu banyak penonton? Ngga, sama sekali ngga. Film ini sama sekali ngga pernah menyentuh bioskop karena dianggap terlalu sadis oleh Lembaga Sensor Film.

Lucunya film ini menuai banyak suskses di negeri sebrang. Belum lagi penghargaan yang diperoleh film ini yang bisa dibilang sedikit. Walaupun Mo Brothers berjanji akan merilis versi ‘aman’ dari film ini tanggal 22 Januari mendatang, gw ngga yakin film sama dengan versi asli dari film ini yang benar-benar hebat.

Bicara masalah film horor, kita beralih ke judul yang lebih merakyat. Paku Kuntilanak. Film ini sempet dibuat heboh karena di film itu toket Dewi Persik terlihat jelas, belum lagi banyaknya adegan seronok yang seperlunya ngga perlu dipertontonkan. Apa film ini beredar luas di bioskop? Ya. Lulus sensor? Sudah pasti.

Jangan lupa juga ama film horor terbaru berjudul Suster Keramas. Film karya rumah produksi Maxima Pictures (sama dengan Paku Kuntialanak) ini menampilkan seorang bintang porno asal Jepang bernama Rin Sakuragi lengkap dengan banyak adegan ‘panas’. Lucu ya? Padahal kemaren-kemaren Miyabi yang mau datang ke sini untuk main film yang (mungkin) bukan film porno ditolak mentah-mentah. Apa film ini beredar luas di bioskop? Ya. Lulus Sensor? Sayangnya iya.

Mungkin ini pelajaran buat sineas kita. Buat film itu janganlah yang menampilkan banyak adegan kekerasan karena sebagus apapun film itu pasti ngga akan lulus sensor. Buatlah film yang menampilkan adegan syur dan cerita ngga penting karena film seperti itulah yang pasti lulus sensor.

Share this article
  • email
  • PDF
  • Print
  • del.icio.us
  • Digg
  • Facebook
  • FriendFeed
  • LinkedIn
  • MySpace
  • Ping.fm
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Buzz

One Response to “Ironis…”

  1. Zkheey says:

    Ni cm masalah duit! Produser film2 syur tu brani bayar mahal supaya filmny aman&tayang scepatny!
    Smentara produser film yg dianggp qualified ogah trlalu byk gerak atas nm idealisme&kualitas! Tgl plh ja..

Leave a Reply