Ternyata Termehek Mehek Itu Cuma Rekayasa
// August 20th, 2010 // No Comments » // Diary
Mamah gw adalah seorang penonton setia Termehek Mehek. Hey, i mean siapa sech yang belum pernah reality show ini? Acara yang katanya pernah menduduki peringkat pertama acara dengan rating tertinggi di Indonesia ini emang punya konsep yang cukup revolusioner ketika pertama kali disiarin: Panda dan Mandala membantu client mereka untuk dipertemukan dengan orang yang mereka cari. Tapi proses pencarian mereka tidak pernah berjalan lancar. Selalu ada konflik yang intens, kejutan-kejutan yang tidak terduga, dan yang paling penting ending menggantung ala film thriller. Kurang lebih konsep inilah yang menarik minat banyak orang untuk menonton acara ini termasuk mamah gw.
Tapi apakah mamah percaya semua kejadian yang ada di acara ini? Hmmm gw ngga pernah nanyain masalah itu. Seperti yang kita tau kalo unsur realistis dari reality show jaman sekarang banyak dipertanyakan. Gw sering ada temen gw yang punya temen yang kenal orang yang pernah dibayar relity show semacam ini untuk beracting di sana. Tapi sayangnya ngga punya bukti pasti kalo acara ini emang rekayasa. Ngga heran kalo mamah selalu exicted tiap kali nonton acara ini. Gw yakin dia percaya.
Namun sayangnya kepercayaan itu memudar tanggal 15 Agustus yang lalu. Minggu sore itu Termehek Mehek menceritakan seorang perempuan yang mencari calon suaminya yang hilang. Calon suaminya yang juga pecinta alam itu terakhir kali diketahui lokasinya ada di sekitaran Sukabumi. Setelah proses pencarian berlangsung akhirnya diketahui kalo calon suaminya terlibat praktek perdukunan. Yang buat mamah kaget waktu itu adalah base camp si dukun itu yang ternyata adalah villa milik sodara gw!
Saat itu semua keluarga gw ribut dan begitu sodara gw dikonfirmasi masalah acara Termehek Mehek itu dia juga ngga tahu-menahu. Perlu diketahui kalo villa di Sukabumi itu bukanlah tempat praktek dukun, itu cuma villa klasik yang cukup luas dan kita sekeluarga juga masih sering berkunjung ke sana. Gw berani jamin kalo di sana ngga ada dukun yang diem-diem buka praktek. Belakangan diketahui kalo villa itu disewakan penunggunya tanpa sepengetahuan sodara gw. So yes, villa itu sengaja disewa untuk keperluan shooting dan secara tempat itu bukan praktek perdukunan jadi bisa disimpulin kalo semuanya rekayasa.
Sebelum hari minggu gw cuma denger dari temen gw kalo Termehek Mehek itu cuma rekayasa tanpa ada bukti yang pasti. Tapi dengan ada kejadian ini gw punya bukti kalo acara ini emang rekayasa. Lalu bagaimana dengan mamah gw yang baru mengetahui rekayasa yang dibuat acara kesayangannya itu? Well tampaknya dia masih bakal nonton acara ini. So tampaknya produser Termehek Mehek ngga perlu takut kehilangan penonton setianya setelah kejadian ini.
















