Being Part of Two Successful Concerts

// October 18th, 2009 // Diary

Ok gw ngerasa seneng banget. Kenapa demikian? Karena kerjaan gw sekarang bisa dibilang sangat lancar. Jauh banget berbeda ama kerjaan-kerjaan gw sebelumnya. Dan yang paling penting dari semua itu gw sangat menikmati kerjaan gw sekarang.

Terlibat di dua konser besar di waktu yang hampir bersamaan itu bisa dibilang sesuatu hal yang jarang terjadi di dalam hidup gw. Oleh karena itu gw mo coba bahas 2 proyek besar gw kemaren yaitu konser “Classic Chrisye” yang diadain di Pacific Place hari senen kemaren (12/10) dan konser “Dancing Queen” hari rabu kemaren (14/10). “Classic Chrisye”

Konser yang sempet molor pelaksanaannya karena kejadian bom J.W. Marriott kemaren ini bisa dibilang kerjaan yang penuh tantangan. Pertama proyek ini diambil alih Merah Putih Showbiz dari Applause Production. Kedua tempat diadakannya konser, which is The Ritz-Carlton Ballroom adalah tempat yang ‘kurang bersahabat’ buat beberapa pihak. Apa lagi kalo inget perselisihan wartawan dan staff hotel saat konser Il Divo sebelumnya, bikin bos gw (dan gw juga) agak sedikit deg-degan sama apa yang bakal terjadi di sana.

Tapi untungnya proses publisitas konser ini bisa dibilang berjalan dengan baik. Apa lagi kita semua tau  kalo Chrisye adalah legenda di dunia musik Indonesia. Ngga heran kalo pemberitaan di berbagai media massa cukup bagus dan beritanya fokus ama berita konser ini.

Pelaksanaan konsernya sendiri cukup lancar walaupun ada beberapa masalah teknis yang agak sedikit menyebalkan. Misalnya aja masalah gladi resik konser. Karena barang-barang baru semalem sebelum konser, gladi resik baru bisa dilaksanaain 2 jam sebelum konser! Untung aja penyanyi yang terlibat di konser ini semuanya udah pada professional so semuanya bisa jadi lancar.

Masalah kedua mungkin adalah larangan dari pihak hotel ke panitia acara untuk makan di area konser. So panitia yang mau makan harus ke lantai 25, yang sebelumnya harus lewat bagian service hotel, which is perjalanan yang panjang banget. Untungnya semua panitia bisa menyanggupi itu dan ngga ada yang kelaperan.

“Dancing Queen”

Nah kalo konser yang satu ini bisa dibilang pelaksanaannya paling lancar. Gimana ngga? Konser ini udah disiapin sejak 3 bulan yang lalu dan yang paling proyek ini Merah Putih Showbiz sendiri yang memulai, bukan proyek yang diambil alih dari pihak laen. So masalah teknis pelaksanaan acara panitia ngga terlalu pusing dibuatnya.

Mungkin yang agak sedikit mengganjal dari konser ini adalah para pengisi acaranya. Semuanya mulai keliatan waktu pelaksanaan press conference-nya tanggal 7 Oktober. Seperti yang udah banyak orang tau, Titi DJ sekarang lagi digosipin cerai (padahal dia keliatan happy-happy aja waktu gw temuin) so wartawan yang dateng ke acara preskon kemaren malah nanya masalah gosip itu bukan masalah bagaimana persiapan Titi buat konser ini.

Satu hal yang cukup menyenangkan dari konser ini adalah penampilan dari BDQ (iBu-ibu Dancing Queen) yaitu sekumpulan ibu-ibu mantan pragawati dan juga ibu-ibu jet set yang ikut nyumbangin penampilan mereka dengan menyanyikan lagu Dancing Queen di akhir acara.

Dari awal persiapan konser sepuluh ibu-ibu ini emang riweuh banget. Mulai dari pemilihan nama geng mereka (soalnya mereka ternyata dari geng ibu-ibu yang beda-beda) sampe persiapan foto buat buklet yang makan waktu jam-jaman. Tapi untungnya mereka orang-orang yang menyenangkan dan ngebuat latihan konser yang tadinya sepi jadi seru. Dan juga karena ibu-ibu ini banyak kenalan ibu-ibu jet set lainnya, penjualan tiket VVIP konser ini jadi cepet abisnya heheh.

Itulah dia pengalaman gw terlibat di dua konser besar. Gw berharap proyek-proyek berikutnya bakal gw jalanin semenyenangkan sekarang

Amiiiin.

Share this article
  • email
  • PDF
  • Print
  • del.icio.us
  • Digg
  • Facebook
  • FriendFeed
  • LinkedIn
  • MySpace
  • Ping.fm
  • Reddit
  • StumbleUpon
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Buzz

Leave a Reply